SOKSI Dukung Jokowi Gebuk Gerakan Anti Pancasila

adminwki 3:53 am Daerah

Di hari jadinya ke-57 tahun, Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) menggelar syukuran bersama seluruh kader dan 166 anak yatim piatu dari Yayasan Rahmatan Lilalamin di Aula DPP Partai Golkar, Jakarta, Sabtu (20/5) lalu.

Acara syukuran ini sekaligus memperingati Hari Kebangkitan Nasional Ke-109 pada 20 Mei.

Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI)  menggelar perayaan ulang tahun ke-57 SOKSI  sekaligus peringatan ke109 Hari Kebangkitan Nasional.

Dalam orasi politiknya, Plt Ketua Umum Depinas SOKSI Ali Wongso Sinaga menyatakan dukungannya terhadap sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan menggebuk gerakan anti-Pancasila.

“Dari refleksi sejarah perjuangan kebangsaan Indonesia  yang hakekatnya adalah keberagaman (pluralisme) dan kuatnya kesamaan tujuan nasional, maka Pancasila sebagai ideologi bangsa dan dasar negara sebagaimana termaktub dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945 adalah final sifatnya,” kata Ali Wongso.

Ali Wongso mengaku prihatin dengan dinamika perkembangan politik nasional dan kondisi kebangsaan  akhir-akhir ini. Hal ini ditandai kecenderungan polarisasi di sebagian  masyarakat akibat munculnya perilaku politik identitas berbasis SARA.

Kendati begitu, tegas dia, SOKSI siap menjadi garda terdepan membela dan mengukuhkan kembali nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.

“57 tahun lalu, SOKSI lahir untuk membela, mengamankan  Pancasila dari ancaman PKI. Jadi, kalau sekarang ada gangguan atau ancaman dari siapapun terhadap Pancasila, kami pastikan SOKSI akan membela Pancasila dan merajut kembali rasa persaudaraan dan nasionalisme,” katanya di hadapan seluruh kader SOKSI.

Pria asal Sumatera Utara ini juga meminta seluruh kader SOKSI di daerah untuk proaktif turun dan selalu dekat bersama rakyat serta menyelenggarakan sosialisasi empat konsensus dasar berbangsa bernegara, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI.

“Dengan begitu nilai-nilai kebangsaan kembali hidup di hati sanubari masyarakat. Sehingga diharapkan tak ada lagi gesekan antara anak bangsa,” katanya.

Hemat dia, diperlukan segera penerbitan Keputusan Presiden (Keppres), dan atau disertai Perppu demi menyelamatkan eksistensi bangsa serta menjaga keutuhan NKRI dari paham-paham ekstrim anti Pancasila.

“Pelarangan dan pembubaran gerakan dan organisasi yang terbukti anti Pancasila melalui proses pengadilan perlu dipertimbangkan lagi apakah efektif mencapai sasaran jika dilihat dari urgensinya dan momentumnya? SOKSI berharap negara tidak boleh terlambat sehingga penanganan organisasi dan gerakan ekstrim tersebut bisa dilakukan dengan cepat oleh pemerintah selaku penyelenggara negara,” katanya.

Ali Wongso juga mengingatkan agar pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap lembaga-lembaga negara dan lembaga pendidikan dasar menengah hingga tinggi agar supaya dipastikan bebas dan bersih dari paham ekstrim anti Pancasila. Sebab jika tidak akan sangat membahayakan keselamatan bangsa kedepan.

“Mereka yang menganut paham ekstrim anti Pancasila sebaiknya segera sadar dan kembali setia pada Pancasila sebagai karakteristik kebangsaan dan ke-Indonesiaan,” imbaunya.

Selain itu, Ketua Bidang Tenaga Kerja DPP Partai Golkar tiga periode itu juga mengusulkan adanya gerakan pendidikan politik Pancasila kepada masyarakat oleh penyelenggara negara secara konsepsional dan aplikabel selain mendorong peran parpol dan ormas. Kemudian, diperlukan segera audit dan penguatan pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan dalam kurikulum pendidikan sekolah dasar, menengah dan tinggi. Tujuannya, agar Pancasila dan jatidiri Indonesia dipahami serta dihayati dengan benar.

“SOKSI berharap setiap siswa pelajar dan mahasiswa sebagai generasi masa depan menjadi warga negara yang memiliki jatidiri Indonesia dan bisa mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupannya sehari-hari, dan memimpin bangsa kedepan,” harapnya.

Tak hanya itu, pemerintah perlu segera lebih meningkatkan gerakan pemberdayaan ekonomi rakyat secara massif, serta bersinergi dengan elemen-elemen bangsa. Hal itu untuk mengatasi tingginya kesenjangan ekonomi di Indonesia.

“Gerakan pemberdayaan ekonomi rakyat itu pada waktunya mewujudkan rasa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia secara bertahap dan optimal, serta berkelanjutan, sesuai Pancasila,” katanya.

 

Sumber: http://m.rmol.co/read/2017/05/22/292280/SOKSI-Dukung-Jokowi-Gebuk-Gerakan-Anti-Pancasila-

Related Post